Detil  Berita -- Pelatihan Manajerial Untuk Kembangkan Desa Wisata
Direktori Kepariwisataan
Kirim ke e-mail   Versi Cetak
Diposkan : 23-02-2010 08:24:38 ~ oleh : admin | Hits : 438

Pemkab Sleman melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga melakukan pendampingan dan fasilitasi bagi pengembangan desa wisata. Diantaranya melalui Forum Komunikasi Desa wisata yang bertujuan untuk menjalin kerjasama antar pengelola desa wisata serta menjalin hubungan antara desa wisata dan pemerintah.Selain itu, Pemkab Sleman melalui Dinas Budpar juga memberikan fasilitasi berupa pembuatan peta desa wisata, papan data, papan sapta pesona dan pembuatan leaflet. Untuk membantu promosi dan pemasaran desa wisata, Pemkab juga menyelenggarakan travel dialog dan fasilitasi pameran bagi desa wisata.

Untuk meningkatkan kemampuan manajerial pengelolaan desa wisata, Pemkab Sleman melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga menyelenggarakan pelatihan bagi SDM pengelola desa wisata, yaitu : pelatihan pembuatan souvenir, pelatihan masakan khas dan kuliner, pelatihan guide, pelatihan pengelolaan home stay dan studi lapangan. Untuk kegiatan studi lapangan ini, Dinas Budpar mengajak para pengelola desa wisata untuk berkunjung ke desa wisata daerah lain yang lebih maju dan bagus pengelolaannya. Pemkab Sleman melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga melakukan pendampingan dan fasilitasi bagi pengembangan desa wisata. Diantaranya melalui Forum Komunikasi Desa wisata yang bertujuan untuk menjalin kerjasama antar pengelola desa wisata serta menjalin hubungan antara desa wisata dan pemerintah. Selain itu, Pemkab Sleman melalui Dinas Budpar juga memberikan fasilitasi berupa pembuatan peta desa wisata, papan data, papan sapta pesona dan pembuatan leaflet.

Untuk membantu promosi dan pemasaran desa wisata, Pemkab juga menyelenggarakan travel dialog dan fasilitasi pameran bagi desa wisata. Di Kabupaten Sleman saat ini terdapat 38 desa wisata yang terbagi dalam 3 kategori, yaitu desa wisata tumbuh, desa wisata berkembang dan desa wisata mandiri. Saat ini terdapat 12 desa wisata yang masuk kategori tumbuh yaitu : Desa Wisata Rumah Domes, Candi Abang, Nawung, Bokesan, Kinahrejo, Tunggularum, Ngamboh, Pajangan, Grogol, Jamur, Kadisobo dan Kaliurang Timur. Desa wisata yang masuk dalam kategori berkembang diantaranya : Desa Wisata Garongan, Gamplong, Sangubanyu, Malangan, Brajan, Mlangi, Sendari, Gabugan, Dukuh, Turgo, Petung dan Ledoknangka. Sedangkan 13 desa wisata yang sudah masuk dalam kategori desa wisata mandiri yaitu : Desa Wisata Kelor, Kembangarum, Pentingsari, Srowolan, Brayut, Plempoh, Sambi, Ketingan, Nganggring, Jethak II, Sukunan, Tanjung dan Trumpon.

Untuk memacu kompetisi yang sehat antar desa wisata tersebut, setiap tahun Dinas Budpar juga menyelenggarakan lomba desa wisata. Selain itu juga promosi desa wisata melalui paket-paket wisata atraksi dan wisata pedesaan. Diharapkan dengan berbagai upaya tersebut desa wisata di Sleman semakin baik pengelolaannya dan menarik wisatawan untuk berkunjung serta menambah lama tinggal wisatawan. Tahun 2010 ini Pemkab Sleman memfasilitasi pengusulan 9 desa wisata untuk mendapatkan PNPM Mandiri bidang Pariwisata dari Pemerintah Pusat. Tahun 2009 lalu, 7 dari 15 desa wisatay ang diusulkan, juga telah mendapatkan bantuan PNPM Mandiri bidang pariwisata. Untuk dapat diusulkan, desa wisata harus membuat proposal kegiatan peruntukan dana jika mendapatkan bantuan Dana PNPM Mandiri bidang pariwisata. Secara umum penggunaan dana PNPM ini digunakan untuk perbaikan dan pembangunan sarana fisik melengkapi sarana yang sudah ada di desa wisata. Pada tahun 2009 lalu, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sleman mencapai 3.595.924 wisatawan, 346.395 diantaranya adalah wisatawan manca.***

Humas Pemkab Sleman



Komentar Berita

Tidak ada komentar untuk berita ini

Form Komentar

( Verification Code )